Tinggalkan komentar

Sejarah

Genap tujuh tahun sudah, usia Himpunan Teknik Geologi Magmadipa Universitas Diponegoro. Masih muda memang,bila dibandingkan dengan usia himpunan lain yang ada di lingkungan Universitas Diponegoro. Tetapi tidak berarti, keberadaannya minim perjuangan.

Tercatat, didirikan pada tanggal 16 Desember 2004, yang kemudian dijadikan tanggal lahir Magmadipa, kelahiran ini sudah membawa kisah perjuangannya sendiri.

“Dulu, karena masih baru, kami belum mengerti tata cara yang dibutuhkan untuk membentuk suatu himpunan. Ada bantuan yang diberikan oleh BEM dan SENAT FT kala itu. Tapi baru setelah kami mengadakan Musma untuk pemilihan ketua himpunanlah, akhirnya himpunan ini terbentuk,” ujar Machrus Daviq.

Sempat terjadi selisih persepsi antara pengurus satu dan yang lain, tapi dengan adanya pondisi awal tersebut, kepengurusan Magmadipa I mulai melakukan penataan sistem. Dari penyusunan ADART, hingga pelaksanaan Seminar Nasional untuk pertama kalinya.

Menginjak periode kedua kepengurusan, dengan memegang misi untuk membangun internal serta perbaikan kepengurusan, biro – biro mulai didirikan. Sebut saja MAPEAGI, RNA dan AAPG.

“Harapannya dulu, saat pendirian biro – biro adalah untuk mencetak mahasiswa yang tidak melulu akademik, tapi juga pandai berbicara di depan umum, serta aktif di kegiatan lapangan,” kenang Anis Kurniasih.

Beberapa kendala menyertai perjalanan kala itu. Namun kendala berupa keterbatasan jumlah sumber daya manusia, justru membawa dampak positif dalam himpunan.

“Karena jumlah sedikit, jadinya enak, benar-benar tidak ada selisih antara angkatan satu dengan yang lain.”tutur Jenian Marin, saat ditanya mengenai kesan yang melekat pada periode Magmadipa II saat itu.

Pencarian pijakan dan pembelajaran mengenai himpunan, dirasakan betul oleh Machrus Adi, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Himpunan Magmadipa III. Kendati begitu pada periode ini, kemampuan Magmadipa di lingkungan Undip maupun pergeologian Indonesia di bidang akademik mau pun non akademik, terus digali dan diperkenalkan. Sebagai pencapaian, di periode inilah, Magmadipa resmi bergabung dalam PERHIMAGI.

Kemudian, tongkat kepengurusan pun bergulir pada periode Magmadipa IV. Visi yang dicanangkan saat itu adalah Magmadipa tangguh 2011. Perkembangan selama 3 tahun, dirasa cukup untuk memulai satu visi revolusioner, yang mana dibarengi juga dengan sistem baru dalam kepengurusan  yang dinamakan, sistem 3 angkatan.

“Jabatan kepemimpinan umum diambil oleh angkatan 1, fungsionaris oleh angkatan 2, dan staff diisi oleh angkatan 3, dengan harapan, ada pendewasaan organisasi, serta adanya kecocokan sistem semacam ini, dengan jadwal akademik di geologi, “ tutur Ali Albab, saat dimintai keterangan.

“Himpunan merupakan wadah untuk mengayomi mahasiswa dan melindungi kesejahteraan mahasiswa, siapa pun mahasiswanya. Himpunan merupakan mitra jurusan, harmonisasi antara kedua elemen inilah, jembatan perubahan sesungguhnya, “ imbuh Ali Albab. Oleh sebab itu,untuk memberi wadah minat seni mahasiswa di Geologi, dibentuklah Teater Air Tanah, Romusa dan rintisan Sigma.

Perjalanan pun terus berlanjut, hingga di Periode V, membawa visi yang merupakan kelanjutan periode sebelumnya, Menuju Magmadipa tangguh 2011, Eki Wedia Yunas dan Helnaria FP selaku pasangan Kahim dan Wakahim, memiliki angan-angan untuk bisa terus mencetak kader-kader yang lebih baik lagi. Dirasakan juga bahwa, organisasi bersifat dinamis. Berkembang seiring waktu yang bertambah.

“Makanya, sempat ada cita-cita untuk melakukan standarisasi atau pembuatan manual untuk perjanjian sponsor, pemilihan pengurus, panitia, hingga kahim maupun wakahim. Jadi, walaupun himpunan ini terus berkembang nantinya, ada satu standard baku yang mengatur jalannya sistem,” ungkap Helnaria FP. Walau cita-cita itu belum terwujud sepenuhnya, tetapi beberapa sistem perekrutan kader, digunakan sampai sekarang.

Dan perhentian selanjutnya, di periode Magmadipa VI – lah, visi dan harapan dari 2 periode sebelumnya, diinkarnasikan.

“Magmadipa tangguh, Magmadipa juara, menegaskan bahwa satu visi itu secara terminologi, mungkin berubah, tapi maknanya, tidak,” ujar M. Aditya Yanuardi mantap.

Suatu pencapaian pada akhirnya bisa dirasakan dari proses yang terus menerus. Keberanian untuk menyandang harapan dari pengurus sebelumnya, menjadi tenaga penggerak roda kepengurusan Magmadipa VI.

Saat ini kepengurusan VII memiliki visi “Magmadipa Satu, Magmadipa Tangguh”, sebuah visi yang dibawa oleh pasangan kahim dan wakahim, Masfut Mustahar dan M. Arman Fadillah.

Dengan umur yang belia, Magmadipa masih memiliki banyak waktu untuk berjaya. Kembali berjaya atau terus berjaya, tidak jadi masalah. Yang terpenting adalah untuk tetap menjadi Geologi yang satu, Geologi yang tangguh, dan pada akhirnya kejayaan itu pun, akan mengikuti

Kahim dan Wakahim

HMTG MAGMADIPA I – VII

MAGMADIPA I Machrus Daviq ’04  – Archibald Nagel ’04

MAGMADIPA II Herlian Agung Fahmi ’04 – Haris Fadillah ’05

MAGMADIPA III M. Muchlis Adi ’06 – Hidayat Samutra ’06

MAGMADIPA IV Aveliansyah ’06 – Ali Albab ’07

MAGMADIPA V Eki Wedia Yunas ’07 – Helnaria Fermi Pandalisman ’07

MAGMADIPA VI M. Aditya Yanuardi ’08 – Eko Suko Wiratmoko ’08

MAGMADIPA VII Masfut Mustahar ’09 – M. Arman Fadillah ’10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: